Selasa, 13 Mei 2014

Muqoddimah


Menaati Allah Mendatangkan
Kecintaan Allah dan Manusia

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
﴿آل عمران: ۱۰۲﴾
﴿يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾ ﴿النساء : ۱﴾
﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ﴿٧۰﴾ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾ ﴿الأحزاب : ٧۰-٧۱﴾

 
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Ta'ala. Kita memuji, meminta pertolongan, meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah Ta'ala dari kejahatan diri dan keburukan perbuatan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah Ta'ala, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan siapa yang tersesat maka tidak ada yang bisa memberi petunjuk kecuali atas izin-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang hak untuk disembah selain Allah Ta'ala, dan tiada sekutu bagiNya. Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Amma ba'du:
Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah Ta'ala, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam. Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama) dan setiap yang diada-adakan (dalam agama) adalah bid'ah. Setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka. {HR. Muslim No. 867, Abu Daud No. 4607, Tirmidzi No. 2676, An-Nasa`I No. 1578}

Ibadallah,
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدّ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” [QS Maryam: 96].

Ibadallah,
Ini adalah buah agung dari keimanan. Inilah balasan yang diegerakan Allah Ta'ala bagi orang-orang yang beriman atas iman mereka kepada Allah Ta'ala. Atas usaha mereka mengerjakan amal shaleh. Atas jerih payah mereka menerima syariat Allah Ta'ala dengan hati yang ikhlas, tulus, dan cinta. Atas kesungguhan mereka menjauhi maksiat dan dosa. Kemudian menggantikannya dengan mengerjakan amalan ketaatan. Siapa yang menerima syariat Allah Ta'ala dengan cinta, kejujuran, keikhlasan, tawakal, dan taat, mak Allah Ta'ala akan membuatnya diterima di tengah manusia. Manusia akan mencintainya.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَقَالَ إِنِّى أُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبَّهُ فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِى فِى السَّمَاءِ فَيَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلاَنًا فَأَحِبُّوهُ. فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِى الأَرْضِ. وَإِذَا أَبْغَضَ عَبْدًا دَعَا جِبْرِيلَ فَيَقُولُ إِنِّى أُبْغِضُ فُلاَنًا فَأَبْغِضْهُ فَيُبْغِضُهُ جِبْرِيلُ ثُمَّ يُنَادِى فِى أَهْلِ السَّمَاءِ إِنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ فُلاَنًا فَأَبْغِضُوهُ فَيُبْغِضُونَهُ ثُمَّ تُوضَعُ لَهُ الْبَغْضَاءُ فِى الأَرْضِ
“Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril: “Sesungguhnya Aku telah mencintai si fulan maka cintailah fulan”. Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan, maka cintailah kalian fulan”, maka penduduk langit pun mencintainya dan diletakkan baginya penerimaan di tengah-tengah penduduk bumi”.

Dan jika Allah membenci seseorang, maka Allah menyeru Jibril dan berkata: “Sesungguhnya Aku membenci si fulan maka bencilah dia”. Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru penduduk langit: “Sesungguhnya Allah membenci si fulan maka becilah dia”. Penduduk langit pun membencinya, kemudian makluk dibumi pun membencinya.”

Ibadallah,
Terdapat sebuah kisah pada hadits ini, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya dari Suhail bi Abi Shalih, dari ayahnya, dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu. Dan ia meriwayatkan sebuah kisah, “Kami pernah berada di Arafah. Saat itu lewatlah Umar bin Abdul Aziz yang sedang berhaji. Orang-orang tegak berdiri memandanginya. Aku berkata pada ayahku, “Wahai ayah, aku yakin Allah Ta'ala mencintai Umar bin Abdul Aziz.” “Mengapa demikian,” kata ayahku. Aku berkata, “Dari kecintaan hati orang-orang padanya.”

Ayahku mengatakan, “Melalui ayahmu, engkau meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu yang menyebutkan hadits dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda… kemudian ia menyebutkan hadits di atas.

Ibadallah,
Sesungguhnya iman kepada Allah Ta'ala dan mengerjakan ketaatan pada-Nya serta mejauhi maksiat adalah sebab datangnya seluruh kebaikan dan kesuksesan. Hal itu juga mengangkat derajat seseorang di dunia dan akhirat. Mendatangkan kecintaan dan keridhaan Allah Ta'ala. Yang kemudian Allah I membuat orang-orang cinta dan ridha padanya pula.

Ibadallah,
Tapi jangan sampai tujuan seseorang melakukan amal shaleh adalah untuk dilihat orang. Agar ia tampak sebagai seorang yang shaleh. Maksud dari penjelasan ini adalah agar seseorang beramal dengan ikhlas. Berharap ridha Allah Ta'ala. Orang-orang yang beramal shaleh yang hanya dibuat-buat dan untuk mencari muka manusia (riya’). Maka ia tidak akan mendapatkan apapun di sisi Allah Ta'ala. Justru hanya akan menjauhkannya dirinya dari Allah Ta'ala. Dan membuat orang-orang akan menjauh darinya.

Diriwayatkan Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya, Hasan al-Bashri Rahimahullah mengatakan, “Demi Allah, aku benar-benar akan beribadah kepada Allah Ta'ala dengan suatu ibadah yang aku banggakan.” Tidaklah dilihat ketika datang waktu shalat, kecuali ia tengah berdiri shalat. Ia adalah orang yang pertama masuk ke masjid. Dan yang paling terakhir keluar. Ia melakukan hal itu selama 7 bulan. Dan tentu Hasan al-Bashri memiliki banyak lagi amalan-amalan yang utama.
Perhatikanlah orang-orang yang tahu akan dirinya hingga hari ini. Mereka pasti mencintai Hasan al-Bashri Rahimahullah. Maka benarlah firman Allah Ta'ala:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَنُ وُدّ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” [QS. Maryam: 96].

Ibadallah,
Sesungguhnya beriman kepada Allah Ta'ala, beramal shaleh, dan menjauhi dosa dan maksiat adalah jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan di dunia dan akhirat. Cukuplah hal ini sebagai kemuliaan. Kecintaan dari Allah Ta'ala sudah cukup menggambarkan agungnya kedudukan ini. Nabi Shallallahu'alaihi wasallam mengajarkan kita sebuah doa:
أَسْأَلُكَ حُبَّكَ ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
“Aku memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani).

Termasuk dari hal tersebut di atas juga adalah seseorang hendaknya memiliki sifat zuhud terhadap dunia. Dalam Sunan Ibnu Majah dan selainnya terdapat sebuah riwayat dari Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiyallahu'anhu. Ada seseorang datang menemui Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Orang tersebut berkata:

“Wahai Rasulullah, ajarkan aku suatu amalan yang jika kuamalkan, Allah Ta'ala dan manusia akan mencintaiku.” Nabi mengajarkan, “Zuhudlah di dunia, Allah Ta'ala akan mencintaimu. Zuhudlah dari apa yang dimiliki manusia, manusia akan mencintaimu.”

بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ

Khotbah Kedua

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ : اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ
وَصَلُّوْا وَسَلِّمُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ عَلَى النَّبِيِّ المُصْطَفَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ كَمَا أَمَرَكُمُ اللهُ بِذَلِكَ فِي كِتَابِهِ فَقَالَ: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً ﴾ ﴿الأحزاب:٥٦ ﴾
﴿ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا ﴾
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَلْأَئِمَّةِ المَهْدِيِيْنَ أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنِ اتَّبِعُهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ،.
﴿اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ﴾
“Ya Allah, ampunilah kaum mukminin laki-laki dan wanita, kaum muslimin laki-laki dan wanita, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Sesungguhnya, Engkau adalah Dzat yang Maha Mendengar, Mahadekat, Dzat yang mengabulkan doa.”
﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ﴾
“Ya Rabb kami, berilah ampunan kepada kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu sebelum kami, dan janganlah Engkau membiarkan ada kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.”
﴿اَللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا فِي بِلاَدِ الشــّامِ ﻭَﻓِﻲﻓِﻠَﺴْﻄِﻴْﻦ وَفِي اْليَمَنِ وَالصُــّومَالِ وَكُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِالنـَّصَارَى الْحاَقِدِينَ وَالْيَهُودِ اْلمُجْرِمِينَ وَأَعْدَائِكَ أَعْدَاءِ الدِّينِ مِنْ عُمَلاَئِهِمْ يَا رَبَّ اْلعَالَمِينَ
Ya Allah, berikanlah kemenangan kepada saudara-saudara kami di negeri Syam, Palestina, Yaman, Somalia, dan di semua tempat. Ya Allah, hancurkanlah orang-orang Nasrani yang mendengki, orang-orang Yahudi yang durjana, dan musuh-musuh-Mu musuh-musuh agama Islam dan antek-antek mereka, wahai Rabb seluruh alam.
﴿رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا﴾
“Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِيْ أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ﴾
“Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan segala tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami atas kaum yang kafir.”
﴿رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِنَا مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ﴾
“Wahai Rabb kami, ampunilah kami, orang tua kami, dan setiap orang yang masuk ke rumah kami dengan beriman, juga semua laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman.”
﴿رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾
“Wahai Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

عِبَادَ اللهِ، ﴿إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ﴾،فَاذْكُرُوْا اللهَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ ﴾

Copyright ©

ﺗﻔﺴﻴﺮ الْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

Canvas By: Fauzi Blog Responsive By: Muslim Blog Seo By: Habib Blog Shared By: Islamic Blogger Template